Book Vherolly
Berbagi cerita mu disini gratis
Cerita Pilihan :
Anak Mutilasi Ibu Karena Alasan Sayang (Kisah Nyata) | Book Nurmelly
Anak Mutilasi Ibu Karena Alasan Sayang (Kisah Nyata)
Rating : ★★★★★★  (vote)
Category : Berita | 21/07/2013
Penulis : admin

Kisah sadis, aneh tapi nyata. Anak mutilasi Ibu karena alasan "SAYANG"

Sejak kecil si buyung ditimang dan disayang sang bunda. Begitu dewasa, si buyung justru menghabisi nyawa ibunda yang mengandungnya selama 9 bulan. Entah setan apa yang merasuki mereka. Kisah pilu anak membunuh ibu kandungnya menjadi buah bibir di masyarakat. Kelakuan biadab sang anak membuat bulu kuduk berdiri. Bagaimana tidak, mereka membunuh ibunya dengan segenap alasan mulai dari rasa sayang hingga ketidakadilan.

Mutilasi karena Sayang

Sigit Indra Tanaya, pria berumur 44 tahun ini tega memotong-motong ibunda Siti Amini (80 tahun). Ia mengaku sang bunda telah meninggal April lalu. Mengaku terlalu sayangnya, pria yang diduga mengalami gangguan jiwa itu tidak menguburkan jasad Siti.

Dari hasil pemeriksaan, Sigit mengaku memotong jasad ibunya lantaran tidak ada yang mengurus mayatnya. Jasad Situ ditemukan tinggal tulang-belulang di rumahnya di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Sabtu 13 Juli malam.

"Keterangan sementara, korban meninggal bulan April, tapi ini masih didalami," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada wartawan di Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (14/7/2013).

Menurut dia, Sigit hanya tinggal berdua dengan Siti. "Karena pelaku sayang betul sama korban, itu karena yang tinggal di situ cuma mereka berdua. Dia, saking sayangnya kepada korban, korban meninggal kemudian dipelihara terus sama pelaku (sampai membusuk-red)," jelas Herry.

Terkuaknya dugaan mutilasi ini berawal dari Bambang, kakak kandung Sigit yang mencari ibunya ke rumah yang berjarak 1 km dari Jl Sudirman tersebut. Kapten sebuah kapal pesiar ini saat itu tidak dapat menemui ibunya. Kepada Bambang, Sigit mengatakan bahwa ibunya telah meninggal. Namun, saat ditanya di mana jasad ibunya dikubur, Sigit tidak menjawab.

Bambang kemudian mencari tahu perihal kematian ibunya itu kepada tetangga. Menurut tetangga, Ny Siti tidak tampak selama 2 bulan belakangan ini.

Bambang kemudian kembali ke dalam rumah dan mendapati kerangka berupa tengkorak dan tulang kaki di dalam baskom di dapur rumah korban. Bambang menduga, Sigitlah yang membunuh ibunya itu.

Sigit mengaku bahwa korban Siti Amini (80 tahun) meninggal karena sakit. Keterangan Sigit, korban sudah meninggal sejak bulan April 2013.

Gambar

Rating : ★★★★★★  (vote)
Add to Bookmark
View : 7755 kali
Cerita Terkait :