Book Vherolly
Berbagi cerita mu disini gratis
Cerita Pilihan :
Cerita Hantu Dari Madura | Book Nurmelly
Cerita Hantu Dari Madura
Rating : ★★★★★★  (vote)
Category : Cerita Horor | 25/08/2015
Penulis : admin

Saya seorang mahasiswa di perguruan tinggi negri di Madura. Saya akan berbagi cerita seram yang pernah saya alami.

Kejadian ini saya alami sekitar 3 tahun yang lalu. Suatu malam, hari apa tepatnya saya tidak ingat, seperti anak muda pada umumnya saya nongkrong sama teman - teman. Saat itu kita nongkrong di rumah bekas guru SMA kita. Beliau sangat akrab dengan mantan murid-muridnya, saking akrabnya rumahnya sekaligus di jadikan tempat nongkrong sama teman-teman.

Sekitar jam 12 malam kita udah pada lemes setelah bercanda tentang cerita nostalgia jaman SMA. Kita duduk sembari nonton tv dan minum kopi. Tiba2 guruku berkata "Hati2 ada tante datang". Kita yang tinggal ber-4 kaget, "Ada apa pak?" tanyaku. "Gpp, ada tante datang, jangan kaget dan jangan takut". Mantan guruku itu bisa ngeliat alam lain dan biasanya bila ada yang ga berez di sekitar kita beliau akan memperingatkan.
Tidak lama kemudian beliau beranjak ke belakang untuk membuat kopi lagi, dan keanehanpun mulai terjadi di ruang tamu mantan guruku yang rumahnya berada di gang sempit yang hanya dibatasi jalan selebar 2 meter dengan tetangga depan, sehingga tampak muka rumah tetangga depan terlihat jelas oleh kami. Saya dan kedua teman saya mencium bau yang tidak enak menyeruak masuk ke dalam ruangan, saling tatap dan suasana berubah menjadi singup (atsmosfir udara di sekitar terasa lain dari biasanya).

Salah satu teman saya melihat seorang perempuan di depan pagar tetangga depan, tapi jelas bukan orang karena perempuan itu berdiri di antara pagar dan jalan, setengah tubuhnya ada di dalam halaman dan setengahnya lagi ada di jalan, pagar itu menembus tubuhnya. Itu bisa terlihat karena dia memang terlihat semi transparan. Kata temanku dia menyeringai ke arahnya dengan rambut panjang menjuntai hingga bawah pinggang, wajah pucat dengan lingkaran hitam di sekeliling matanya. Temanku yang kebetulan pemberani itu hanya bisa berkata astfirglah. Temanku satunya jangan di tanya lagi, dia udah mengap-mengap ga bisa nafas.

Saya yang dari tadi tertuju pada pohon mangga yang tidak terlalu tinggi di depan rumah tetangga mulai melihat hal yang membuat bulu2 di tengkuk langsung berdiri tegak. Saya melihat di salah satu ranting pohon ada seorang perempuan terlentang tanpa busana sedang melihat ke arahku. Warna kulitnya tidak tampak seperti manusia pada umumnya, seluruh tubuhnya berwarna pucat, bukan putih atau kuning langsat melainkan pucat, rambut kucel, mata dan mulut yang lebar dan yang paling membuat saya takut adalah ukuran payudaranya yang besar dan panjang, serta tangan yang lebih panjang dari manusia pada umumnya dan jari2 yang ga wajar bentuknya.
Lengkap sudah penderitaan kami saat kedua hantu yang melegenda dengan nama kuntilanak dan wewe gombel itu terbang rendah ke arah kami. Yang saya rasakan hanya kaku, sesak nafas, mulut seperti di kunci rapat dan mata yang tidak bisa di tutup. Wajah mereka terlihat sangat seram saat berada 1 meter dari pintu rumah guru saya. Mereka seakan2 sangat ingin menakuti kita. Tepat di bawah pintu, seketika mereka berubah menjadi sekumpulan asap yang dengan cepat asap itu berbaur dengan udara di sekitarnya. Serasa hidup kembali rasanya ketika semua berakhir.

Cerita di atas adalah peristiwa yang berlangsung beberapa menit saja. Guru saya muncul dan berkata "Lebih baik kalian menginap di sini saja, malam ini semua pada keluar karena malam ini malam bagus bagi makhluk halus". Akhirnya kami pikir lebih baik kami menginap karena sepertinya di luar menyeramkan sekali, di tambah jika pulang kami harus menuntun motor kami menyusuri gang sempit dengan rumah2 kosong tak berpenghuni sejauh 200 meter untuk mencapai jalan raya, kami tuntun karena memang sudah peraturan kampung.
Konon di sepanjang lorong gang sering terdengar langkah kaki, terkadang anak kecil berlari, atau suara langkah raksasa yang kalo di liat berwujud orang hitam dengan satu mata di wajahnya sedang menyusuri lorong sembari menengok ke jendela saat kamu mengintipnya.
Demikian pengalaman saya, terima kasih.
Gilang, di Madura.

Rating : ★★★★★★  (vote)
Add to Bookmark
View : 3316 kali
Cerita Terkait :